· 7 min read

Cara Menemukan Kata Kunci Terpopuler di Google

Cara Menemukan Kata Kunci Terpopuler di Google
📋 Daftar Isi

Kamu sudah rajin menulis artikel di Blogger, tapi pengunjungnya tetap sedikit. Salah satu penyebab yang sering terlewat adalah topik yang kamu tulis tidak sejalan dengan kata kunci terpopuler di Google yang benar-benar dicari orang Indonesia.

Kalau dibiarkan, kamu akan terus menulis berdasarkan tebakan. Waktu dan tenaga habis, artikel sulit muncul di hasil pencarian, dan semangat ngeblog perlahan turun karena hasilnya tidak kelihatan.

Di sini kamu akan tahu apa arti kata kunci terpopuler, cara mencarinya lewat tools gratis, dan cara memilih kata kunci yang realistis untuk blog pemula. Semua langkahnya bisa kamu coba hari ini juga, tanpa modal.

Apa Itu Kata Kunci Terpopuler di Google?

Kata kunci terpopuler di Google adalah kata atau frasa yang paling sering diketik orang di mesin pencari dalam periode tertentu. Kamu bisa mengeceknya lewat Google Trends, yang menampilkan minat pencarian berdasarkan wilayah dan waktu. Datanya membantu kamu memilih topik blog yang memang sedang dicari.

Dua istilah perlu kamu kenal sejak awal. Volume pencarian adalah perkiraan seberapa sering sebuah kata kunci dicari dalam sebulan. Search intent adalah maksud di balik pencarian, misalnya orang ingin belajar, membandingkan, atau langsung membeli.

1. Kata Kunci Trending vs Evergreen

Kata kunci trending adalah kata kunci yang pencariannya naik tajam dalam waktu singkat. Contohnya “resep kue kering” menjelang Lebaran atau “promo harbolnas” saat belanja online ramai. Lonjakannya besar, tapi biasanya turun lagi setelah momennya lewat.

Kata kunci evergreen adalah kata kunci yang dicari terus sepanjang tahun, seperti “cara membuat blog gratis” atau “cara jualan di marketplace”. Pencariannya lebih stabil, jadi artikelmu bisa dibaca lama setelah terbit.

Untuk blogger pemula, evergreen cocok sebagai fondasi. Kata kunci musiman cocok sebagai tambahan, asal kamu menerbitkannya beberapa minggu sebelum momen dimulai.

2. Kenapa Populer Belum Tentu Cocok untuk Blog Baru

Persaingan kata kunci, yaitu seberapa banyak situs yang berebut posisi untuk kata yang sama, biasanya ikut naik saat sebuah kata kunci populer. Halaman pertama Google sering dikuasai situs berita dan media besar yang sudah punya reputasi kuat.

Blog baru yang memaksa masuk ke kata kunci seperti itu hampir pasti tenggelam. Jadi populer bukan satu-satunya ukuran. Pilih yang dicari cukup banyak orang, tapi masih masuk akal untuk kamu kalahkan.

Langkah yang bisa kamu coba sekarang:

  1. Tulis 5 topik yang ingin kamu bahas di blog.
  2. Tandai mana yang musiman dan mana yang evergreen.
  3. Pilih satu topik evergreen sebagai bahan latihan di bagian berikutnya.

Cara Mengecek Kata Kunci Terpopuler Lewat Google Trends

Google Trends adalah alat gratis dari Google untuk melihat naik turunnya minat pencarian. Kelebihannya, kamu bisa melihat data tren yang sangat baru tanpa biaya. Kekurangannya, angkanya relatif, bukan jumlah pencarian pasti, jadi tidak bisa dipakai untuk menghitung target kunjungan.

Gunakan Google Trends untuk membandingkan dan melihat arah, bukan untuk mencari angka mutlak. Google Trends bisa dibuka langsung dari browser tanpa login.

1. Langkah Memakai Google Trends

  1. Buka Google Trends, lalu ketik kata kunci pertamamu di kolom pencarian.
  2. Ubah wilayah menjadi Indonesia, atau provinsi tertentu kalau pembacamu lokal.
  3. Atur periode waktu, misalnya 12 bulan terakhir atau 5 tahun untuk melihat pola musiman.
  4. Klik tambah perbandingan, lalu masukkan 2 sampai 4 kata kunci pembanding.
  5. Perhatikan grafik, lalu lihat bagian topik terkait dan kueri terkait di bawahnya.
  6. Ganti kategori ke pencarian web, YouTube, atau belanja sesuai tempat kamu mau tampil.
  7. Catat kata kunci yang konsisten naik atau stabil, lengkap dengan tanggal pengecekan.

2. Cara Membaca Grafik dan Kueri Terkait

Angka 0 sampai 100 di grafik menunjukkan tingkat minat relatif. Angka 100 berarti puncak popularitas dalam periode dan wilayah yang kamu pilih, bukan 100 pencarian. Angka 50 berarti minatnya setengah dari puncak.

Kalau grafik naik di waktu yang sama setiap tahun, itu pola musiman. Di bagian kueri terkait, label “naik” menandakan kata kunci yang sedang melonjak dan sering jadi ide topik blog yang masih segar.

Latihan untuk niche kuliner rumahan: bandingkan “bolu pisang”, “brownies panggang”, dan “kue kering” selama 12 bulan di Indonesia. Lihat mana yang stabil dan mana yang melonjak di bulan tertentu, lalu catat dua kueri terkait yang paling relevan dengan blogmu.

Baca Juga : Cara Mencari Keyword CPC Tinggi bagi Pemula Paling Mudah

Kata Kunci yang Paling Banyak Dicari di Google

Topik yang ramai dicari biasanya datang dari berita, hiburan, olahraga, dan kebutuhan harian. Kata kunci seperti itu cepat naik dan cepat turun, serta dikuasai media besar. Untuk blogger pemula, lebih berguna mencari kata yang dicari orang di niche-mu sendiri.

Caranya bisa lewat Google Autocomplete, yaitu saran kata yang muncul otomatis saat kamu mengetik di kolom pencarian Google. Saran itu berasal dari pencarian nyata, jadi bisa jadi ide topik blog yang jujur.

Google Search Console juga berguna. Itu alat gratis dari Google yang menunjukkan kata apa saja yang membuat blogmu muncul di hasil pencarian. [LINK EKSTERNAL: Google Search Console]

  1. Ketik kata utama niche-mu di Google, lalu catat semua saran Autocomplete.
  2. Tambahkan huruf a sampai z setelah kata utama untuk memancing saran lain.
  3. Scroll ke bagian “Pertanyaan terkait” dan “Pencarian terkait” di bawah hasil.
  4. Salin pertanyaan yang relevan sebagai calon judul atau subjudul artikel.
  5. Buka Search Console, lalu lihat laporan Performa untuk kata yang sudah memberi tayangan.
  6. Cari kata yang tayangannya ada tapi posisinya masih jauh, lalu perbaiki artikelnya.

Langkah hari ini: kumpulkan 15 saran Autocomplete untuk satu topik, lalu simpan di catatan atau spreadsheet.

Tools Riset Kata Kunci untuk Blogger Pemula

Google Keyword Planner gratis dan datanya langsung dari Google. Tapi kamu perlu akun Google Ads, dan kalau tidak sedang memasang iklan, volume pencarian hanya tampil dalam rentang kasar, misalnya 1 ribu sampai 10 ribu. Cocok untuk membandingkan, kurang pas untuk angka detail.

Ubersuggest punya tampilan yang ramah pemula dan memberi ide kata kunci beserta perkiraan tingkat kesulitan. Versi gratisnya dibatasi jumlah pencarian, dan data untuk kata kunci berbahasa Indonesia kadang kurang lengkap. Kalau kamu mempertimbangkan versi berbayar, cek dulu harganya dan jangan berharap hasil pasti.

Tools sejenis lain juga punya batasan serupa pada versi gratisnya. Semua angka dari tools adalah perkiraan, jadi cocokkan dengan Google Trends dan hasil halaman pertama Google.

Langkah yang bisa kamu coba: pilih satu tool saja dan pakai selama seminggu. Setelah terbiasa membaca datanya, baru coba tool kedua kalau memang perlu.

Cara Memilih Kata Kunci yang Realistis untuk Blog Baru

Setelah punya daftar kata kunci, saring dengan beberapa pertanyaan sederhana. Tujuannya bukan mencari kata paling ramai, tapi kata yang paling mungkin kamu menangkan.

  1. Cek search intent: apa yang sebenarnya diinginkan pencari kata itu.
  2. Ketik kata kunci di Google, lalu lihat siapa yang ada di halaman satu.
  3. Kalau isinya situs besar semua, cari versi yang lebih spesifik.
  4. Pilih kata kunci long tail yang jelas dan dekat dengan niche-mu.
  5. Pastikan kamu bisa menulis lebih berguna dari artikel yang sudah ada.
  6. Pilih satu kata kunci utama dan dua kata pendukung per artikel.

1. Memilih Kata Kunci Long Tail

Kata kunci long tail adalah frasa panjang dan spesifik, biasanya tiga kata atau lebih, dengan pencarian lebih sedikit tapi saingan lebih ringan. Pencarinya juga biasanya lebih jelas maunya apa.

Contoh untuk seller marketplace: “tas” terlalu luas. Ubah menjadi “tas laptop wanita 14 inci murah”, dan peluang untuk muncul jadi lebih besar. Contoh untuk UMKM camilan: “keripik pisang” menjadi “keripik pisang kemasan untuk oleh-oleh di bawah Rp50.000”.

2. Menyesuaikan Kata Kunci dengan Search Intent

Kata kunci yang sama bisa punya maksud berbeda. Orang yang mengetik “cara jualan di Shopee” ingin belajar, sedangkan “biaya admin Shopee” ingin informasi spesifik. Artikelmu harus menjawab maksud itu, bukan sekadar memuat katanya.

Cara mudah mengeceknya: lihat jenis hasil di halaman satu. Kalau isinya panduan langkah demi langkah, tulis panduan. Kalau isinya daftar perbandingan, tulis perbandingan.

3. Mencatat Hasil di Spreadsheet

Buat spreadsheet sederhana dengan kolom: kata kunci, jenis (musiman atau evergreen), tren Google Trends, perkiraan volume, siapa di halaman satu, search intent, dan status artikel. Tambahkan kolom tanggal pengecekan supaya kamu tahu data mana yang perlu diperbarui.

Langkah yang bisa kamu coba: isi 10 baris pertama dari hasil riset hari ini, lalu pilih tiga kata kunci dengan saingan paling ringan sebagai jadwal tulisan bulan ini.

Langkah Selanjutnya untuk Kata Kunci Terpopuler di Google

Ada tiga hal yang perlu kamu pegang. Cek tren lewat Google Trends, validasi dengan Autocomplete dan Search Console, lalu pilih kata kunci yang realistis untuk blog barumu. Mengejar kata kunci terpopuler di Google hanya berguna kalau topiknya sesuai niche dan bisa kamu tulis dengan baik.

Coba satu langkah hari ini, misalnya membandingkan tiga kata kunci di Google Trends. Kalau ada yang bikin bingung, tulis di kolom komentar. Kamu juga bisa baca artikel James Satire lain tentang riset kata kunci dan SEO Blogger.

Baca Juga : Cara Mencari Keyword yang Banyak Dicari

Tentang Penulis

James Satire

Penulis blog ini berfokus pada topik digital marketing, SEO, dan monetisasi blog.

Lihat Semua Artikel

Artikel Terkait